Kamis, 19 Oktober 2017

Polda Sumut Berikan Keamanan Terhadap Jalan Tol Kualanamu - Sei Rampah



Menyikapi terjadinya aksi lemparan terhadap kendaraan yang melintas di Jalan Tol Kualanamu-Sei Rampah, Polda Sumut segera melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Marga sebagai pengelola Jalan Tol guna memberikan rasa aman bagi pengguna jalan tol khususnya Tol Kualanamu-Sei Rampah dan sebaliknya.

Soal teknis pengamanan merupakan rahasia tugas kepolisian polda sumut untuk dapat bertindak taktis dan cepat. Pihaknya akan melakukan Patroli Jalan Raya (PJR) secara mobile di kawasan Jalan Tol guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

Kita sebagai masyarakat sumatera utara pada umumnya tentunya sangat menyayangkan terjadinya aksi lemparan terhadap kendaraan yang melintas di jalan tol tersebut. Dan berharap adanya pengamanan yang baik dari pihak kepolisian daerah sumatera utara agar pengguna jalan tol tersebut merasa aman.

Selasa, 17 Oktober 2017

Tarif Tol Medan - Tebingtinggi



Ruas jalan tol Kualanamu-Sei Rampah sudah diresmikan Presiden Jokowi pada hari Jum'at 13 Oktober 2017. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui besaran tarif tol tersebut berdasarkan golongan kendaraannya dapat dilihat sesuai keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 802/KPTS/M/2017 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol.

Dengan dibukanya jalan tol ini, tentu akan dapat menguraikan kemacetan yang akhir-akhir ini sering terjadi pada jala nasional yang menghubungkan Medan-Tebingtinggi. Disamping itu, keberadaan jalan tol ini juga akan semakin mempermudah  akses orang dan barang yang akan memperpendek waktu tempuh yang dapat mengurangi biaya operasional.








Senin, 16 Oktober 2017

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol di Sumut Paten



Presdien RI, Joko Widodo, kembali menyambangi Kota Medan dalam lawatan tugas negara untuk meresmikan Ruas Jalan Tol Kuala Namu-Sei Rampah dan Jalan Tol Medan-Binjai  (ruas Helvetia-Binjai) pada Jumat, 13 Oktober 2017 lalu. Pada peresmian ini Presdien Jokowi didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Jalan Tol Medan-Binjai memiliki panjang 10,6 Km dan telah siap untuk dioperasionalkan. Sementara ruas jalan tol Bandara Kuala Namu-Sei Rampah akan melintasi Bandara Kuala Namu-Lubuk Pakam-Teluk Mengkudu-Sei Rampah sepanjang 42 Km. Dengan dibukanya ruas jalan tol ini, tentu diharapkan dapat mengurai kemacetan yang terjadi di jalan nasional Medan-Sei Rampah yang sekaligus juga akan berdampak terhadap operasional distribusi orang maupun barang.

Dengan diresmikannya Jalan Tol Bandara Kuala Namu-Sei Rampah ini, pembangunan jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebingtinggi diharapkan akan rampung seluruhnya pada 2018 guna mendukung pengembangan Kawasan Strategis Nasional Danau Toba yang saat ini terus berbenah diri untuk mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai Geopark Kaldera Toba yang akan menjadi destinasi wisata dunia.



Minggu, 08 Oktober 2017

Empat Negara Asing Melirik Danau Toba dan Siap Ber-Investasi


Pemerintah berhasil menarik minat empat investor asing untuk berinvestasi di Danau Toba, terutama membangun hotel mewah lengkap dengan fasilitas yang disediakan dengan bertaraf international. Tentunya hal ini dapat mempercepat pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba. Singapura, Jepang, China dan Korea Selatan menyatakan siap untuk berinvestasi terhadap potensi pariwista Danau Toba yang saat ini pengembangannya sedang menjadi perhatian pemerintah  termasuk pemerintah pusat. Selain ke empat negara asing tersebut, investor lokal pun telah ada yang bersedia untuk membangun hotel, convention centre dan golf.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dalam agenda pembahasan perkembangan pengelolaan KSN Danau Toba di Kantor Badan Otorita Pengelolaan Danau Toba Medan pada Jum'at 6 Oktober 2017 menyampaikan harapan agar masalah penggunaan lahan seluas 605 hektare dapat segera dituntaskan dalam tahun ini. Dan dari lahan  seluas 605 hektar tersebut, 300 hektar atau sekitar 50 persennya yang akan digunakan termasuk untuk membangun taman bunga guna menambaha keindahan Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional, selebihnya akan digunakan sebagai hutan.

Untuk lahan kebun bunga sampai saat ini masih dalam proses, dan diharapkan dapat selesai pada awal tahun depan dengan lokasi yang tidak jauh dari bandara.

Luhut mengatakan juga mengatakan direncanakan Presiden Jokowi akan datang ke Medan pada 10 Oktober mendatang untuk meresmikan jalan tol Medan - Tebing Tinggi, termasuk Bandara Silangit yang akan mulai dioperasionalkan pada 28 Oktober sebagai Bandara Internasional.


Rabu, 27 September 2017

Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba


Danau Toba, merupakan danau kaldera terbesar di dunia dengan segala keindahan panorama alam yang dimilikinya serta keragaman budaya yang terbentuk merupakan aset besar yang perlu untuk di elaborasi baik untuk meningkatkan pariwisata secara nasional, juga akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitar maupun stakeholder terkait lainnya. Pengelolaan terhadap potensi yang masih "terpendam" ini tentu perlu dikelola secara profesional dan proporsional, sehingga tujuan untuk meningkatkan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang men-dunia, yang tentu saja akan menumbuhkembangkan berbagai industri pariwisata maupun berbagai pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, akan mampu dibarengi dengan tetap mempertahankan kelestarian alam serta nilai budaya luhur yang ada.

Disamping adanya keinginan yang kuat dari pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai Taman Geopark Dunia (Global Geopark Network) melalui UNESCO dengan mengusung tema Kaldera sebagaimana terbentuknya Danau Toba akibat terjadinya letusan gunung yang sangat dahsyat pada masanya, maka dibutuhkan adanya kerjasama dari seluruh pihak. Untuk percepatan dimaksud, Pemerintah dalam ini sedang memacu berbagai pembangunan infrastruktur pendukung, salah satu diantaranya adalah pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kawasan Danau Toba yang dapat langsung terhubung ke Bandara International Kuala Namu di Deli Serdang, Medan. 

Untuk mempercepat pembangunan di Danau Toba dan pengelolaannya, maka dibentuklah Badan Otorita Pengelola Kawasan Danau Toba melalui Peraturan Presiden RI Nomor 49 Tahun 2016. Berdasarkan Peraturan Presiden tersebut, Badan Otorita ini memiliki beberapa tugas yang harus segera dilaksanakan demi mencapai percepatan mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Salah satu tugas penting yang diamantkan adalah untuk segera menyusun Rencana Induk Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba untuk jangka waktu 25 tahun ke depan selama periode 2016-2041, serta menyusun Rencana Detail Pengembangan dan Pembangunan 5 tahunan Kawasan Pariwisata Danau Toba 

Masyarakat sekitar Danau Toba khususnya, serta masyarakat Sumatera Utara pada umumnya sangat menaruh harapan besar terhadap Badan Otorita yang sudah terbentuk ini, agar Danau Toba dapat menjadi kebanggaan yang membanggakan dan segera terwujud Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia yang tetap mempertahankan kelestarian dalam dan budayanya. Juga dengan adanya Badan Pengelola, tentu akan mempermudah pencapaian Global Geopark Network. Tentu ini merupakan tantangan tersendiri yang harus segera dipacu Badan Otorita, mengingat jangka tugasnya selama 25 tahun pertama sampai tanggal 31 Desember 2014. 

Senin, 25 September 2017

Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017

Keindahan Danau Toba sebagai salah satu dari sekian warisan dunia yang ada sudah terkenal sejak dulunya, bahkan telah tersiar ke berbagai manca negara. Perpaduan keindahan Danau Toba dan alamnya, serta perpaduan kultur budaya yang terbentuk di sekelilingnya menjadi manifestasi yang tak terbantahkan sebagai alunan corak kehidupan peradaban manusia yang dapat kita nikmati sampai saat ini. 


Tak perlu heran kalau kemudian Danau Toba mencuat menjadi salah satu destinasi wisata bagi para penikmatnya, baik yang berasal dari dalam maupun manca negara. Danau Toba menjadi destinasi wisata yang begitu tersohor sampai era 1990-an, dan selalu ramai dikunjungi turis dari berbagai negara. Namun kemasyurannya sempat memudar dalam satu dekade terakhir karena kurangnya sentuhan baik dari pemerintah maupun masyarakat yang berdiam disekitar Danau Toba.

Namun terlepas dari hal itu, Danau Toba yang saat ini sedang diperjuangkan untuk masuk sebagai Geopark di UNESCO beranjak bangkit untuk menggapai kemasyuran yang sempat terlelap beberapa saat. 

Dan salah satu agenda tahunan yang dilakukan sebagai ajang promosi wisatanya adalah dengan me-launching Calender of Event Pariwisata Danau Toba, yang didalamnya telah dikemas berbagai event untuk menggaungkan kembali bagaimana sesungguhnya keindahan Danau Toba serta budaya yang masih tetap terjaga, juga transformasi budaya yang ada terhadap kemajuan zaman dan teknologi.

Bagi anda yang penasaran ajang apa saja yang ada di Danau Toba sepanjang 2017 ini, berikut kami sajikan informasinya.

Silahkan memilih rencana libur anda dan silahkan menikmati indahnya pesona danau kaldera terbesar didunia....Danau Toba. Horasss....

Coffee Festival Toba


Kopi telah menjadi minuman yang begitu terkenal sejak abad 9, baik dikalangan tua maupun muda, pria mapun wanita. Bahkan dalam beberapa tahun belakangan ini kita lihat begitu maraknya perkembangan warung kopi yang dikemas dengan berbagai tema dan gaya tersendiri dengan berbagai corak yang dimiliki masing-masing peracik kopi demi memuaskan pecinta kopi.

Tak heran kalau kemudian Coffee Festival Toba dimunculkan dalam Calender of Event Pariwisata Danau Toba, sebab Sumatera Utara sendiri termasuk daerah penghasil kopi-kopi terbaik yang memiliki cita rasa tinggi ala eropa. Beberapa jenis kopi yang dapat dijumpai di sekitar Danau Toba diantaranya kopi linthong, kopi mandailing, kopi silimakuta dan beberapa jenis kopi lainnya. Jenis kopi ini mulai dilirik oleh peracik kopi berbagai daerah termasuk dunia demi memanjakan penikmat kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi sejati.